BERITA
BERITA
(Jakarta, 5 Oktober 2026)
Malam ini, perhatian pencinta sepak bola Asia Tenggara akan tertuju ke satu tempat: Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand dalam partai final FIFA ASEAN Cup 2026. Bukan sekadar pertandingan perebutan trofi, duel ini telah berubah menjadi sebuah peristiwa olahraga yang menyatukan rasa penasaran, harapan, kebanggaan, bahkan perdebatan di media sosial.
Buktinya cukup jelas.
Sebanyak 67.000 tiket final Indonesia vs Thailand telah terjual habis. SUGBK pun dipastikan dipenuhi suporter yang ingin menyaksikan langsung perjuangan Garuda merebut gelar juara.
Pertanyaannya kemudian: mengapa pertandingan ini begitu dinanti dan menjadi sorotan netizen?
Indonesia dan Thailand bukan dua nama asing dalam persaingan sepak bola Asia Tenggara.
Keduanya sudah berkali-kali bertemu dalam pertandingan penting. Bahkan dalam sejarah final Piala Tiger/Piala AFF, Indonesia dan Thailand pernah bertemu empat kali—dan seluruh pertemuan tersebut berakhir dengan Thailand menjadi juara.
Karena itu, pertandingan malam ini membawa cerita tambahan.
Bagi Indonesia, final ini menjadi kesempatan untuk menulis halaman baru sekaligus memutus catatan kurang menyenangkan ketika menghadapi Thailand di partai puncak.
Sementara bagi Thailand, pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan bahwa mereka masih merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola kawasan.
Inilah yang membuat pertandingan semakin menarik.
Yang dipertaruhkan bukan hanya sebuah trofi, tetapi juga gengsi dan sejarah.
Ada satu hal yang membuat pertandingan tim nasional berbeda dari pertandingan klub.
Ketika Timnas Indonesia bermain, penontonnya bukan hanya penggemar sepak bola.
Ada pekerja kantoran, pelajar, keluarga, komunitas, hingga masyarakat yang mungkin tidak mengikuti kompetisi sepak bola setiap pekan. Namun ketika bendera Merah Putih berada di lapangan, mereka ikut merasa memiliki.
Media sosial kemudian menjadi ruang kedua untuk pertandingan.
Sebelum kick-off, netizen membahas prediksi skor, pemain yang diperkirakan menjadi penentu pertandingan, strategi pelatih, hingga peluang Indonesia mengangkat trofi.
Satu unggahan dapat memunculkan ribuan komentar.
Satu gol dapat membuat media sosial meledak.
Dan satu kesalahan pemain bisa menjadi bahan perdebatan panjang.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola modern bukan lagi hanya berlangsung selama 90 menit di dalam stadion. Pertandingan juga hidup di ruang digital.
Perjalanan Indonesia menuju final juga menjadi salah satu alasan pertandingan ini begitu menarik.
Garuda memastikan tiket final setelah menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 pada pertandingan terakhir fase grup. Hasil tersebut membuat Indonesia menjadi juara Grup A sekaligus salah satu tim dengan produktivitas gol tertinggi di fase grup.
Indonesia mengakhiri fase grup dengan tujuh poin dari tiga pertandingan, mencetak 11 gol dan hanya kebobolan dua kali. Thailand sendiri melaju sebagai juara Grup B dengan enam poin, mencetak tujuh gol dan kebobolan dua kali.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kedua tim datang ke final dengan kekuatan masing-masing.
Namun final selalu berbeda.
Statistik bisa menjadi bahan analisis, tetapi ketika peluit pertama berbunyi, mental, konsentrasi, strategi, dan kemampuan memanfaatkan peluang akan berbicara.
Hal lain yang membuat final malam ini terasa spesial adalah atmosfer SUGBK.
Seluruh 67.000 tiket yang disediakan untuk final telah sold out. Tingginya penjualan tiket menjadi gambaran besarnya antusiasme masyarakat terhadap perjuangan Timnas Indonesia.
Bayangkan 67 ribu orang berada dalam satu stadion.
Puluhan ribu suara meneriakkan dukungan yang sama.
Satu warna mendominasi tribun.
Dan seluruh perhatian tertuju pada sebelas pemain yang mengenakan seragam Merah Putih.
Bagi pemain, atmosfer seperti ini tentu bisa menjadi energi tambahan. Namun di sisi lain, tekanan juga semakin besar.
Sebab ketika ekspektasi publik begitu tinggi, setiap keputusan di lapangan akan menjadi perhatian.
Ada alasan sederhana: emosi.
Konten olahraga memiliki karakter yang sangat cocok dengan media sosial. Ada drama, persaingan, kejutan, kemenangan, kekalahan, ekspresi pemain, reaksi suporter, hingga momen yang dapat dipotong menjadi video pendek.
Itulah sebabnya satu pertandingan bisa menghasilkan ribuan konten.
Sebelum pertandingan: prediksi.
Saat pertandingan: komentar dan reaksi.
Setelah pertandingan: analisis, meme, pujian, kritik, dan perdebatan.
Namun ada pelajaran penting bagi netizen.
Semakin cepat sebuah informasi menyebar, semakin penting pula kebiasaan untuk memeriksa kebenarannya.
Jangan sampai antusiasme terhadap pertandingan membuat kita ikut menyebarkan informasi palsu, video lama yang diklaim sebagai kejadian terbaru, atau statistik yang belum terverifikasi.
Menjadi suporter yang bersemangat tidak berarti harus kehilangan sikap kritis.
Indonesia vs Thailand malam ini bukan hanya tentang siapa yang lebih banyak mencetak gol.
Pertandingan ini adalah pertemuan antara sejarah dan ambisi.
Indonesia membawa dukungan puluhan ribu suporter di kandang sendiri. Thailand datang dengan pengalaman dan sejarah panjang di kompetisi regional.
Keduanya memiliki alasan untuk percaya diri.
Dan justru karena itulah final ini menjadi begitu menarik.
Kick-off dijadwalkan berlangsung malam ini di SUGBK. FIFA menyebut Indonesia dan Thailand sebagai dua raksasa Asia Tenggara yang akan memperebutkan gelar pada final perdana FIFA ASEAN Cup.
Pada akhirnya, netizen mungkin akan terus berdebat mengenai siapa yang lebih kuat.
Tetapi jawabannya hanya akan diberikan di atas lapangan.
Malam ini, 90 menit bisa mengubah sejarah.
Dan bagi Indonesia, harapannya sederhana:
bukan sekadar tampil di final, tetapi pulang membawa trofi.
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #TimnasIndonesia #IndonesiaVsThailand #FIFAASEANCup #SepakBolaIndonesia
(Bekasi, 5 Oktober 2026)
Duduk santai di kafe atau restoran sambil mengobrol, bermain ponsel, atau menikmati makanan memang menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, kebiasaan sederhana seperti meletakkan tas di kursi atau meja ternyata bisa dimanfaatkan pelaku pencurian.
Modus “geser tas” kembali menjadi perhatian setelah polisi mengungkap sindikat pencurian yang diduga beraksi lintas provinsi. Empat orang terduga pelaku diamankan dalam kasus pencurian terhadap seorang warga negara China di kawasan AEON Mall Deltamas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Tribrata News
Istilah “geser tas” merujuk pada aksi mengambil tas atau barang berharga yang diletakkan korban di atas meja maupun kursi ketika perhatian korban sedang teralihkan.
Dengan kata lain, pelaku tidak selalu perlu melakukan aksi secara kasar. Kesempatan justru muncul ketika korban merasa barangnya berada dalam posisi aman, padahal tidak berada dalam pengawasan langsung. detiknews
Kasus terbaru ini bermula dari kejadian pada 26 September 2026 yang kemudian terekam CCTV dan beredar di media sosial. Polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas, mengidentifikasi ciri-ciri terduga pelaku serta kendaraan yang digunakan. detiknews
Hasil penyelidikan membawa petugas hingga ke wilayah Purwakarta. Empat orang kemudian diamankan di Rest Area KM 88B Tol Purbaleunyi pada 1 Oktober 2026 sekitar pukul 08.00 WIB.
Polisi juga menemukan kendaraan yang cirinya identik dengan kendaraan yang terekam CCTV. Sejumlah barang bukti turut diamankan, termasuk rekaman CCTV, telepon seluler, pakaian yang diduga digunakan saat beraksi, kendaraan, dan tas milik korban. detiknews
Penyidik masih mendalami kemungkinan kelompok tersebut berkaitan dengan aksi serupa di sejumlah wilayah lain. Beberapa lokasi yang turut ditelusuri antara lain kawasan Jakarta, Tangerang, Karawang hingga Bandung. detiknews
Pencurian “geser tas” sebenarnya mengandalkan satu hal yang sangat sederhana: kelengahan korban.
Ketika seseorang sedang asyik berbicara, melihat ponsel, mengambil makanan, atau fokus pada aktivitas lain, perhatian terhadap barang bawaan bisa berkurang. Kondisi inilah yang dapat dimanfaatkan pencuri.
Karena itu, bukan berarti seseorang tidak boleh membawa tas ketika nongkrong di kafe atau pusat perbelanjaan. Yang lebih penting adalah bagaimana menempatkan barang agar tetap berada dalam jangkauan dan pengawasan.
1. Jangan meletakkan tas di belakang tubuh
Tas yang berada di belakang kursi lebih sulit diawasi.
2. Hindari menaruh barang berharga di atas meja tanpa pengawasan
Ponsel, dompet, paspor, maupun barang elektronik sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja.
3. Gunakan tas yang selalu berada dalam jangkauan tangan
Saat duduk, letakkan tas di pangkuan atau posisi yang membuat Anda tetap menyadari keberadaannya.
4. Jangan terlalu fokus pada ponsel
Situasi ramai dan tempat umum membuat seseorang mudah kehilangan perhatian terhadap lingkungan sekitar.
5. Jika melihat gerak-gerik mencurigakan, segera beri tahu petugas
Jangan mengambil risiko dengan menghadapi orang yang dicurigai seorang diri.
Kasus di Bekasi menjadi pengingat bahwa pencurian bisa terjadi ketika seseorang merasa sedang berada di tempat yang nyaman dan aman.
Pusat perbelanjaan, restoran, kafe, tempat wisata hingga area publik bukan berarti bebas dari risiko kejahatan. Barang yang terlihat sepele bagi pemiliknya bisa menjadi sasaran berharga bagi pelaku.
Pelajaran paling sederhana dari modus “geser tas” adalah: jangan memberikan kesempatan kepada pencuri.
Tetap waspada bukan berarti harus curiga kepada semua orang. Cukup biasakan satu hal—barang berharga selalu berada dalam pengawasan kita.
Jika menemukan atau menjadi korban tindak pidana, masyarakat juga diimbau segera melapor kepada kepolisian melalui layanan 110 atau saluran resmi kepolisian setempat. Tribrata News
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #keamanan #tipskeamanan
(Jakarta, 3 Oktober 2026) — Kabar mengenai Bantuan Subsidi Upah (BSU) kembali menjadi perhatian para pekerja di Indonesia. Pemerintah menyiapkan BSU untuk kuartal IV 2026 dengan total bantuan Rp900.000 per pekerja, yang berasal dari Rp300.000 per bulan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026.
Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto pada 30 September 2026. Program ini direncanakan menyasar sekitar 13,3 juta pekerja, dengan anggaran yang disiapkan hampir Rp12 triliun.
Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan: Rp900.000 bukan berarti setiap pekerja otomatis mendapatkan bantuan tersebut. Pemerintah masih perlu menetapkan dan mengumumkan secara resmi kriteria penerima serta mekanisme penyaluran BSU 2026.
Skema yang disampaikan pemerintah menyebut BSU diberikan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan. Jika seluruh periode tersebut dibayarkan sekaligus, total yang diterima pekerja mencapai Rp900.000.
Artinya, bantuan tersebut bukan pembayaran Rp900.000 setiap bulan, melainkan akumulasi bantuan untuk tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember 2026.
Sampai saat ini, aturan khusus BSU 2026 belum diumumkan secara lengkap. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung menganggap persyaratan BSU tahun sebelumnya sebagai aturan pasti untuk tahun 2026.
Sebagai gambaran, pada program BSU 2025 terdapat sejumlah kriteria, antara lain pekerja merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan NIK, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan kategori Pekerja Penerima Upah (PU), memiliki batas upah tertentu, serta bukan ASN, TNI, atau Polri.
Pada program sebelumnya juga terdapat ketentuan mengenai prioritas bagi pekerja yang tidak sedang menerima Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, ketentuan tersebut belum dapat dijadikan patokan final untuk BSU 2026 sebelum regulasi baru diterbitkan.
Nah, bagian ini yang paling banyak ditunggu pekerja.
Pengecekan BSU pada program sebelumnya dilakukan melalui kanal resmi pemerintah, salah satunya laman BSU Kementerian Ketenagakerjaan. Pengecekan menggunakan NIK dilakukan dengan memasukkan 16 digit NIK, kemudian mengikuti verifikasi keamanan dan memilih menu pengecekan status.
Namun, perlu dicatat bahwa mekanisme tersebut merupakan gambaran dari penyaluran sebelumnya. Sistem untuk BSU 2026 masih menunggu pembaruan resmi dari pemerintah. Pada 2 Oktober 2026, sejumlah pemberitaan juga melaporkan bahwa mekanisme pengecekan BSU 2026 belum diumumkan secara resmi.
Ramainya informasi mengenai BSU juga menjadi peluang bagi pihak yang mencoba menyebarkan tautan palsu untuk mencuri data pribadi.
Pekerja sebaiknya hanya mengikuti informasi dari Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, dan kanal resmi pemerintah. Jangan memberikan NIK, kata sandi, kode OTP, PIN, maupun informasi perbankan kepada pihak yang mengaku sebagai petugas BSU melalui pesan pribadi atau tautan yang tidak jelas.
Jadi, BSU Rp900.000 memang sedang disiapkan pemerintah untuk kuartal IV 2026, tetapi pekerja tetap perlu menunggu pengumuman resmi mengenai daftar penerima, persyaratan final, jadwal pencairan, dan mekanisme pengecekan.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya tergiur angka Rp900.000, tetapi juga memahami bagaimana bantuan tersebut sebenarnya diberikan dan bagaimana memastikan informasi yang diterima benar-benar berasal dari sumber resmi.
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #BSU2026
(Jakarta Selatan, 30 September 2026) — Menyiapkan pernikahan sering kali membutuhkan waktu, tenaga, dan perencanaan yang tidak sedikit. Mulai dari menentukan venue, dekorasi, hingga memilih vendor yang sesuai dengan konsep acara, semuanya perlu dipersiapkan secara matang.
Menjawab kebutuhan tersebut, Hotel Bidakara Jakarta resmi menghadirkan Wedding Gallery yang ditandai dengan acara Grand Opening pada 29 September 2026 pukul 15.00 WIB. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari pengembangan layanan wedding Hotel Bidakara Jakarta sekaligus menghadirkan ruang yang memungkinkan calon pengantin mengeksplorasi berbagai kebutuhan pernikahan dalam satu tempat.
Wedding Gallery dirancang sebagai ruang yang mempertemukan pasangan dengan berbagai pilihan layanan dan kebutuhan pernikahan. Konsep tersebut diharapkan dapat membantu calon pengantin mendapatkan referensi sebelum menentukan detail acara sesuai keinginan, konsep, maupun anggaran yang telah dipersiapkan.
Hotel Bidakara Jakarta juga menggandeng sejumlah vendor yang bergerak di berbagai bidang kebutuhan pernikahan. Kolaborasi ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat lebih banyak alternatif layanan secara lebih praktis.
Dengan adanya Wedding Gallery, proses mempersiapkan pernikahan tidak hanya menjadi aktivitas mencari vendor, tetapi juga dapat menjadi kesempatan bagi pasangan untuk mendapatkan inspirasi dan menyusun konsep pernikahan secara lebih terintegrasi.
Grand Opening Wedding Gallery Hotel Bidakara Jakarta diawali dengan sambutan dari Ferry Oktavian, Direktur Bisnis dan Komersial PT Mekar Prana Indah.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ilham Gerald Raymond sebagai ungkapan syukur atas dibukanya Wedding Gallery.
Prosesi utama ditandai dengan pemotongan pita melati yang dilakukan oleh jajaran Direksi PT Mekar Prana Indah, yakni Hilman Tisnawan selaku Direktur Utama, Faris Budiawan selaku Direktur Keuangan dan Logistik, serta Ferry Oktavian selaku Direktur Bisnis dan Komersial. Prosesi tersebut turut melibatkan Fajar Adi sebagai perwakilan vendor yang mendukung kehadiran Wedding Gallery.
Acara juga dihadiri Wisnu Reza, General Manager Hotel Bidakara Jakarta, serta Andry Prasmuko, Komisaris PT Mekar Prana Indah, bersama jajaran manajemen, mitra, vendor, dan para tamu undangan.
“Kami berharap hadirnya Wedding Gallery dapat menjadi bagian dari pengembangan layanan Hotel Bidakara Jakarta dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan pernikahan. Kami juga berharap Wedding Gallery dapat menjadi ruang yang memberikan pengalaman yang baik bagi para pengunjung,” ujar Ferry Oktavian, Direktur Bisnis dan Komersial Hotel Bidakara Jakarta.
Setelah prosesi peresmian, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah bersama para tamu undangan.
Hadirnya Wedding Gallery memperlihatkan bagaimana persiapan pernikahan kini semakin membutuhkan layanan yang praktis dan terintegrasi. Bagi calon pengantin, keberadaan ruang khusus seperti ini dapat menjadi sarana untuk membandingkan berbagai pilihan dan memperjelas gambaran mengenai konsep pernikahan yang ingin diwujudkan.
Hotel Bidakara Jakarta berharap Wedding Gallery dapat mendukung pengembangan layanan wedding sekaligus memberikan pilihan yang lebih beragam bagi masyarakat dalam mempersiapkan salah satu momen penting dalam kehidupan.
Hotel Bidakara Jakarta merupakan hotel bintang empat yang berada di kawasan Jakarta Selatan dan dikelola oleh PT Mekar Prana Indah (MPI).
Hotel ini menyediakan fasilitas akomodasi, pertemuan, serta berbagai venue untuk penyelenggaraan acara. Untuk kebutuhan pernikahan, pilihan venue yang tersedia dapat digunakan untuk berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari akad, resepsi, hingga perayaan dengan konsep dan skala yang beragam.
Salah satu fasilitas utamanya adalah Birawa Assembly Hall, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk pernikahan dan acara berskala besar.
Dengan lokasi yang strategis serta dukungan fasilitas dan layanan yang tersedia, Hotel Bidakara Jakarta terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai vendor untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan pernikahan.
Kehadiran Wedding Gallery pun menjadi langkah baru dalam menghadirkan pengalaman persiapan pernikahan yang lebih praktis—sehingga calon pengantin dapat lebih mudah mencari inspirasi, menentukan pilihan, dan mempersiapkan hari istimewa mereka.
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #WeddingGallery
JAKARTA – Harga bahan bakar minyak (BBM) memasuki penghujung September 2026 dengan kondisi relatif stabil setelah sejumlah produk BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian harga pada awal bulan. Bagi masyarakat, kestabilan harga ini menjadi salah satu faktor penting dalam memperkirakan pengeluaran transportasi sehari-hari.
Berdasarkan informasi harga per 30 September 2026, harga Pertalite masih berada di level Rp10.000 per liter, sementara Biosolar subsidi berada di Rp6.800 per liter. Untuk wilayah Jawa, termasuk DKI Jakarta dan Banten, harga Pertamax tercatat Rp15.950 per liter.
Namun, istilah “stabil” bukan berarti seluruh harga BBM tidak mengalami perubahan sepanjang September. Pada awal bulan, beberapa produk nonsubsidi justru telah mengalami kenaikan dibandingkan harga Agustus. Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Green 95 tercatat mengalami penyesuaian harga.
Untuk wilayah Jawa, misalnya, harga Pertamax Turbo berada di sekitar Rp19.600 per liter, Dexlite Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter pada akhir September. Harga dapat berbeda menurut wilayah distribusi.
Kestabilan harga BBM di penghujung bulan memberikan sedikit kepastian bagi masyarakat dalam mengatur anggaran transportasi. Pengguna kendaraan dapat memperkirakan kebutuhan bahan bakar tanpa harus menghadapi perubahan harga baru di setiap pengisian.
Bagi pekerja yang menggunakan kendaraan pribadi setiap hari, selisih harga per liter dapat terasa ketika dikalikan dengan frekuensi pengisian dalam sebulan. Begitu pula bagi pelaku usaha yang mengandalkan kendaraan untuk distribusi barang atau mobilitas operasional.
Sebagai contoh sederhana, kendaraan yang menggunakan 40 liter BBM dalam satu bulan akan membutuhkan biaya sekitar Rp638.000 apabila menggunakan Pertamax seharga Rp15.950 per liter di wilayah Jawa. Perhitungan tersebut tentu dapat berubah sesuai konsumsi kendaraan, jarak tempuh, kondisi lalu lintas, dan wilayah tempat membeli BBM.
Harga BBM nonsubsidi pada dasarnya dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta formula harga yang ditetapkan pemerintah. Pertamina sebelumnya menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator tersebut serta kondisi daya beli masyarakat.
Karena itu, masyarakat tetap perlu membedakan antara harga yang sedang berlaku dan potensi perubahan harga pada periode berikutnya.
Memasuki Oktober, perhatian publik kemungkinan kembali tertuju pada perkembangan harga minyak dunia dan faktor ekonomi yang dapat memengaruhi harga BBM nonsubsidi. Hingga akhir September, belum ada pengumuman resmi mengenai harga Oktober yang dapat dijadikan patokan baru.
Di tengah harga BBM yang tetap menjadi salah satu komponen pengeluaran rumah tangga, masyarakat dapat mengambil langkah sederhana: mencatat konsumsi bahan bakar, merencanakan perjalanan, menjaga kondisi kendaraan, serta membandingkan kebutuhan penggunaan kendaraan pribadi dengan pilihan transportasi lainnya.
Dengan begitu, kestabilan harga BBM bukan sekadar kabar mengenai angka di papan SPBU, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengevaluasi kembali pola pengeluaran transportasi mereka.
Harga boleh stabil, tetapi kemampuan mengatur pengeluaran tetap menjadi kunci agar anggaran rumah tangga tetap terkendali.
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber.
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #ekonomi
(Jakarta, 29 September 2026) — Industri perhotelan Indonesia kembali diramaikan oleh kolaborasi strategis. Artotel Group dan U Stay Group resmi menandatangani Hotel Management Agreement (HMA) pada Senin, 7 September 2026, sebagai langkah memperluas jaringan pengelolaan hotel sekaligus memperkuat penetrasi pasar akomodasi ekonomis di Indonesia.
Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Erastus Radjimin, Founder & Chief Executive Officer Artotel Group, serta Nofel Saleh Hilabi, Founder U Stay Group yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Ketua Bidang Perhotelan DPP PHRI, dan Wakil Ketua Umum GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia).
Melalui kerja sama ini, Artotel Group mengambil alih pengelolaan seluruh properti U Stay yang saat ini terdiri dari empat hotel di Jakarta dan Bali. Keempat properti tersebut kemudian masuk dalam koleksi brand “by ARTOTEL”, sehingga identitas hotel kini menjadi:
U Stay by ARTOTEL – Mangga Besar
U Stay by ARTOTEL – Asem Baris
U Stay Style Batik by ARTOTEL – Jakarta
U Stay Aqilah Villa by ARTOTEL – Bali
Kerja sama ini bukan sekadar perubahan pengelolaan hotel. Bergabungnya empat properti U Stay menambah sekitar 250 inventori kamar ke dalam jaringan Artotel Group.
Erastus Radjimin mengatakan, tambahan inventori tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat jangkauan di segmen pasar ekonomis yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan di Indonesia.
“Kehadiran U Stay telah menambah 250 inventori kamar ke dalam portfolio jaringan hotel Artotel Group sehingga memperkuat posisi kami dalam menjangkau segmen pasar ekonomis,” ujar Erastus.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga membuka peluang bagi Artotel Group untuk menjangkau kebutuhan wisatawan dan pelaku perjalanan bisnis yang semakin beragam di berbagai destinasi domestik.
Dengan konsep kamar yang minimalis dan modern, hotel-hotel U Stay juga dilengkapi ruang pertemuan yang dapat digunakan untuk kebutuhan bisnis maupun kegiatan lainnya. Konsep tersebut menyasar konsumen dengan kebutuhan akomodasi yang praktis dan ekonomis.
Di sisi lain, U Stay Group membawa ambisi ekspansi yang cukup besar. Nofel Saleh Hilabi mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki roadmap untuk menambah hingga 50 hotel atau sekitar 5.000 kamar dalam tiga tahun ke depan.
Strategi tersebut akan dilakukan melalui sejumlah pendekatan, mulai dari akuisisi hotel yang sudah beroperasi, akuisisi dan konversi properti potensial, revitalisasi aset hospitality yang belum optimal, hingga pembangunan properti baru di destinasi yang memiliki prospek ekonomi dan pariwisata.
“Fokus U Stay adalah investasi, akuisisi dan kepemilikan aset hospitality. Kami ingin membangun aset jangka panjang Indonesia, kemudian meningkatkan produktivitas dan nilai ekonominya melalui pengelolaan profesional bersama mitra strategis seperti Artotel Group,” kata Nofel.
Dalam pelaksanaannya, U Stay dan Artotel Group akan memanfaatkan sinergi di berbagai bidang, termasuk operasional, branding, distribusi, teknologi, serta commercial management.
Kolaborasi antara pemilik atau investor aset dengan operator hotel merupakan salah satu model bisnis yang memungkinkan sebuah properti mendapatkan dukungan profesional dalam pengelolaan sehari-hari.
Bagi pemilik aset, pengelolaan profesional dapat membantu meningkatkan produktivitas properti. Sementara bagi operator hotel, model kerja sama seperti ini dapat menjadi salah satu cara memperluas jaringan tanpa harus mengandalkan pembangunan seluruh aset dari awal.
Dalam konteks U Stay dan Artotel Group, kerja sama ini juga mempertemukan pengalaman pengelolaan properti dengan jaringan, sistem distribusi, teknologi, serta kekuatan brand yang telah dimiliki operator.
Artotel Group merupakan perusahaan manajemen dan operator hotel Indonesia yang mengintegrasikan empat unit bisnis, yaitu Stay, Dine, Play, dan Shop.
Portofolionya mencakup berbagai kategori akomodasi, mulai dari hotel ekonomis, hotel butik hingga hotel mewah. Artotel Group juga mengelola sejumlah brand seperti ARTOTEL, DAFAM, MAXONE, dan ROOMS INC.
Selain itu, Artotel Group menjadi mitra strategis Louvre Group di Indonesia dalam pengelolaan dan pengembangan sejumlah brand waralaba, termasuk KYRIAD, GOLDEN TULIP, dan ROYAL TULIP.
Ekosistem bisnisnya tidak hanya berfokus pada kamar hotel. Di sektor Food & Beverage, perusahaan juga mengelola restoran dan bar. Sementara melalui ARTOTEL Play dan ARTOTEL Goods, perusahaan mengembangkan aktivitas event management serta produk kreatif yang melibatkan seniman dan pelaku industri kreatif.
Artotel Group juga memiliki program loyalitas Artotel Wanderlust, yang memberikan berbagai manfaat bagi anggota, antara lain harga kamar khusus, diskon Food & Beverage, serta reward point. Program tersebut terintegrasi melalui aplikasi digital untuk perangkat iOS dan Android.
Sementara itu, U Stay Group telah bergerak di industri hospitality Indonesia sejak 2017. Perusahaan mengembangkan bisnis pengelolaan hotel dengan mengedepankan pelayanan profesional, suasana yang hangat dan nyaman, serta pengalaman menginap yang personal.
Masuknya empat properti U Stay ke dalam jaringan Artotel Group menjadi bagian dari langkah pengembangan bisnis perusahaan di sektor hospitality.
Dengan kombinasi kepemilikan dan pengembangan aset dari U Stay serta kemampuan pengelolaan dan jaringan Artotel Group, kerja sama ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antarperusahaan dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mengembangkan industri perhotelan domestik.
Ke depan, perkembangan ekspansi U Stay dan pengelolaan empat hotel barunya di bawah jaringan by ARTOTEL akan menjadi bagian menarik untuk melihat bagaimana pasar hotel ekonomis di Indonesia terus berkembang, khususnya di destinasi seperti Jakarta dan Bali.
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #perhotelan
(Lumajang, Jawa Timur, 27 September 2026) — Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Pada Minggu pagi, 27 September 2026, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak Mahameru.
Aktivitas ini menjadi perhatian karena erupsi Semeru terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah laporan pemantauan juga mencatat frekuensi gempa letusan yang cukup tinggi. Data aktivitas 26 September bahkan mencatat puluhan gempa letusan dalam satu periode pengamatan.
Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering muncul di masyarakat: mengapa Gunung Semeru bisa terus mengalami erupsi berulang kali?
Erupsi berulang pada gunung api sebenarnya bukan sesuatu yang otomatis berarti gunung tersebut akan mengalami satu letusan besar.
Gunung api memiliki sistem magma yang kompleks. Di bawah permukaan terdapat magma dan gas vulkanik yang dapat bergerak menuju permukaan. Ketika tekanan dan kondisi di dalam sistem vulkanik memungkinkan material tersebut keluar, maka dapat terjadi erupsi.
Pada gunung api yang aktivitasnya masih tinggi, pelepasan material bisa berlangsung berkali-kali dengan ukuran letusan yang berbeda.
Karena itu, masyarakat tidak seharusnya hanya melihat seberapa tinggi kolom abu untuk menentukan apakah sebuah erupsi berbahaya atau tidak.
Salah satu hal penting dalam memahami Semeru adalah aktivitas vulkanik tidak hanya dilihat dari satu kejadian letusan.
Petugas memantau berbagai parameter, termasuk gempa vulkanik, gempa letusan, guguran, perubahan visual, serta karakter material yang keluar dari kawah.
Pada 26 September 2026, data MAGMA Indonesia mencatat 31 kali gempa letusan/erupsi dalam periode pengamatan pukul 18.00–23.59 WIB. Pada periode yang sama juga tercatat beberapa gempa guguran dan aktivitas harmonik.
Inilah alasan pemantauan gunung api dilakukan secara terus-menerus.
Satu letusan mungkin terlihat kecil dari kejauhan, tetapi rangkaian aktivitas seismik dan perubahan lainnya dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sistem vulkanik di bawah permukaan.
Erupsi pada Minggu pagi, 27 September, dilaporkan menghasilkan kolom abu sekitar 1.300 meter di atas puncak. Kolom tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah timur laut.
Angka 1.300 meter tersebut merupakan ketinggian kolom erupsi di atas puncak gunung, bukan berarti material keluar dari bawah permukaan sejauh 1.300 meter.
Perbedaan ini penting dipahami agar masyarakat tidak salah mengartikan informasi mengenai tinggi kolom abu.
Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Karena itu, rekomendasi keselamatan tetap harus menjadi perhatian utama masyarakat maupun wisatawan.
Badan Geologi menetapkan larangan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi. Di luar area tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena terdapat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar.
Zona sekitar 5 kilometer dari kawah atau puncak juga harus steril dari aktivitas karena adanya potensi lontaran batu pijar. Ancaman lain yang perlu diperhatikan meliputi awan panas guguran, guguran lava, serta banjir lahar hujan.
Di era media sosial, video erupsi gunung api dapat menyebar dalam hitungan menit.
Masalahnya, gambar yang terlihat dramatis belum tentu menggambarkan keseluruhan kondisi gunung.
Sebaliknya, erupsi yang terlihat kecil juga tidak otomatis berarti aman.
Yang jauh lebih penting adalah status resmi gunung, rekomendasi zona bahaya, arah penyebaran abu, potensi awan panas, serta informasi dari lembaga pemantau gunung api.
Inilah mengapa masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari unggahan media sosial.
Aktivitas Semeru juga menunjukkan bahwa Indonesia memang berada di wilayah dengan aktivitas gunung api yang sangat tinggi.
Data MAGMA Indonesia yang dikutip Katadata mencatat bahwa hingga periode pengamatan tersebut, Semeru merupakan salah satu gunung api dengan frekuensi erupsi yang sangat tinggi pada 2026.
Kondisi ini bukan sesuatu yang perlu ditanggapi dengan kepanikan, tetapi justru menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api.
Memahami status gunung, mengetahui jalur evakuasi, mengenali wilayah rawan lahar, dan mengikuti informasi resmi merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar ketika aktivitas gunung meningkat.
Jawabannya tidak sesederhana "gunung sedang marah".
Erupsi berulang merupakan bagian dari proses vulkanik yang berkaitan dengan dinamika magma, gas, tekanan, dan sistem saluran di dalam gunung api. Karena proses tersebut berlangsung dinamis, aktivitas dapat muncul berkali-kali dengan intensitas yang berbeda.
Semeru yang kembali erupsi pada 27 September menjadi pengingat bahwa gunung api bukan hanya objek wisata atau pemandangan indah, tetapi juga sistem alam yang harus dipahami dan dihormati.
Bagi masyarakat, pesan terpenting bukanlah takut melihat erupsi, melainkan tahu kapan harus waspada, mengetahui batas aman, dan mengikuti rekomendasi resmi.
Oleh : KMS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #GunungSemeru
(Jakarta, 27 September 2026) — Langit Indonesia kembali menghadirkan fenomena astronomi yang menarik perhatian. Harvest Moon atau Bulan Purnama yang dikenal dengan sebutan “Bulan Panen” hadir pada periode 26–27 September 2026 dan dapat diamati dari berbagai wilayah Indonesia. Informasi mengenai fenomena ini turut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (Lingkar)
Bagi sebagian orang, Bulan Purnama mungkin terlihat seperti fenomena biasa. Namun, Harvest Moon memiliki cerita menarik yang membuatnya berbeda secara budaya maupun astronomi.
🌕 Apa Itu Harvest Moon?
Harvest Moon merupakan sebutan tradisional untuk Bulan Purnama yang waktunya berdekatan dengan periode ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara.
Nama “Harvest Moon” berasal dari tradisi masyarakat di wilayah tersebut. Pada masa lalu, cahaya Bulan yang terang setelah matahari terbenam membantu para petani memperpanjang waktu mereka untuk bekerja di ladang selama musim panen.
Jadi, istilah tersebut sebenarnya bukan nama ilmiah sebuah jenis Bulan yang berbeda.
Bulan yang terlihat malam ini tetap merupakan Bulan Purnama. Sebutan Harvest Moon lebih berkaitan dengan waktu kemunculan dan sejarah budaya masyarakat.
👀 Mengapa Bulan Terlihat Lebih Besar?
Ini bagian yang sering membuat masyarakat penasaran.
Ketika Bulan berada dekat dengan cakrawala, ukurannya terkadang tampak jauh lebih besar dibandingkan ketika berada tinggi di langit.
Padahal, ukuran fisik Bulan sebenarnya tidak tiba-tiba membesar.
Fenomena tersebut dikenal sebagai Moon Illusion atau ilusi Bulan.
Otak manusia membandingkan Bulan dengan objek yang berada di dekat cakrawala seperti gedung, pepohonan, gunung, atau bangunan. Akibatnya, Bulan dapat terasa jauh lebih besar daripada ketika dilihat tanpa objek pembanding.
Menariknya, jika Bulan yang berada di dekat cakrawala difoto dengan lensa yang sama dan kemudian dibandingkan dengan Bulan yang berada tinggi di langit, ukuran fisiknya relatif tidak berubah secara dramatis.
📸 Waktu yang Menarik untuk Mengamati
Salah satu momen yang menarik untuk melihat Harvest Moon adalah ketika Bulan baru muncul dari arah timur.
Pada saat itu, Bulan dapat terlihat berdekatan secara visual dengan berbagai objek di cakrawala.
Inilah yang membuat foto Bulan di dekat gedung, pepohonan, atau lanskap perkotaan terlihat dramatis.
Untuk mengamatinya, masyarakat tidak membutuhkan teleskop.
Cukup mencari lokasi dengan pandangan langit yang relatif terbuka dan minim gangguan cahaya. Jika ingin memotret menggunakan smartphone, gunakan objek di sekitar sebagai pembanding ukuran.
🌏 Tidak Hanya Menjadi Fenomena Cantik
Fenomena seperti Harvest Moon juga memberikan kesempatan untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap astronomi.
Astronomi tidak selalu harus dipelajari melalui buku atau observatorium. Langit malam sebenarnya merupakan “laboratorium alami” yang dapat diamati siapa saja.
Dari Bulan, masyarakat dapat mulai mengenal berbagai konsep seperti:
🌕 fase Bulan;
🌍 rotasi dan revolusi Bumi;
☀️ posisi Matahari;
🌌 pergerakan benda langit;
🔭 cara melakukan pengamatan astronomi sederhana.
Bahkan anak-anak dapat diajak mengamati perubahan posisi Bulan dari malam ke malam sebagai kegiatan edukatif bersama keluarga.
Satu hal penting yang perlu diketahui adalah Harvest Moon tidak berarti Bulan tiba-tiba memiliki ukuran fisik yang lebih besar.
Kesan tersebut dapat dipengaruhi oleh posisi Bulan ketika terlihat dekat cakrawala serta ilusi visual manusia.
Karena itu, fenomena ini menjadi contoh menarik bagaimana apa yang kita lihat belum tentu sama dengan penjelasan ilmiahnya.
Dan justru di situlah menariknya astronomi.
Langit yang tampak sederhana ternyata menyimpan banyak hal yang dapat dipelajari.
Di tengah rutinitas yang semakin dipenuhi layar ponsel dan aktivitas digital, Harvest Moon dapat menjadi alasan sederhana untuk berhenti sejenak dan melihat langit malam.
Tidak perlu peralatan mahal.
Cukup keluar rumah, cari tempat yang aman dengan pandangan terbuka, lalu perhatikan Bulan.
Jika beruntung dengan kondisi cuaca yang mendukung, malam Harvest Moon bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan foto menarik sekaligus belajar bahwa fenomena alam yang terlihat sederhana ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang cukup panjang.
Sumber: BMKG dan pemberitaan terkait fenomena Harvest Moon 26–27 September 2026. (Lingkar)
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber.
Oleh: KMS
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #HarvestMoon
(Jakarta, 26 September 2026) — Harga emas kembali mencuri perhatian. Emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Sabtu pagi tercatat naik Rp23.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.590.000 menjadi Rp2.613.000 per gram.
Kenaikan ini membuat harga emas kembali menembus level Rp2,6 juta per gram. Di saat harga terus bergerak, muncul pertanyaan yang sering ada di benak calon investor: lebih baik membeli sekarang atau menunggu harga kembali turun?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana melihat harga hari ini.
Berdasarkan pemantauan laman Logam Mulia pada pukul 08.58 WIB, harga emas Antam 1 gram berada di posisi Rp2.613.000. Pada saat yang sama, harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam naik menjadi Rp2.438.000 per gram.
Untuk pecahan lainnya, harga dasar emas Antam tercatat antara lain:
0,5 gram: Rp1.365.500
1 gram: Rp2.613.000
2 gram: Rp5.166.000
5 gram: Rp12.840.000
10 gram: Rp25.625.000
25 gram: Rp63.937.000
50 gram: Rp127.795.000
100 gram: Rp255.212.000
Harga tersebut merupakan harga dasar dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan dari penjual.
Bagi investor pemula, ada satu hal penting yang sering terlewat: harga beli emas bukan satu-satunya angka yang harus diperhatikan.
Ada selisih antara harga ketika membeli dan harga ketika menjual kembali atau spread. Artinya, seseorang yang baru membeli emas kemudian langsung menjualnya belum tentu memperoleh keuntungan meskipun harga emas sedang tinggi.
Selain itu, transaksi emas juga dapat berkaitan dengan ketentuan pajak. ANTARA melaporkan pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar, sedangkan transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen, yang dipotong langsung ketika transaksi dilakukan.
Karena itu, menghitung potensi keuntungan tidak cukup hanya dengan membandingkan harga emas hari ini dengan harga beberapa hari lalu.
Tidak ada satu jawaban yang cocok untuk semua orang.
Jika tujuan seseorang adalah investasi jangka panjang, keputusan membeli emas sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan, kemampuan dana, serta jangka waktu investasi. Kenaikan harga dalam satu hari tidak otomatis berarti harga akan terus naik pada hari berikutnya.
Sebaliknya, menunggu harga turun juga memiliki risiko tersendiri karena tidak ada yang bisa memastikan kapan koreksi akan terjadi dan pada level berapa.
Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi, salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah membeli secara bertahap sesuai kemampuan dana, bukan menghabiskan seluruh dana hanya karena khawatir tertinggal kenaikan harga.
Popularitas emas sering membuat masyarakat melihatnya sebagai investasi yang selalu menguntungkan. Padahal, emas tetap memiliki risiko perubahan harga dan membutuhkan waktu untuk menghasilkan keuntungan yang sesuai dengan tujuan investasi.
Emas juga lebih tepat dipandang sebagai salah satu bagian dari strategi pengelolaan aset, bukan satu-satunya tempat untuk menyimpan seluruh uang.
Hal terpenting adalah memahami tujuan membeli, jangka waktu, biaya transaksi, selisih harga beli dan buyback, serta kondisi keuangan pribadi.
Dengan begitu, keputusan investasi tidak dibuat karena panik melihat harga naik atau takut kehilangan kesempatan.
Kenaikan emas menjadi Rp2,613 juta per gram memang menarik perhatian. Namun, bagi calon investor, angka tersebut sebaiknya menjadi alasan untuk lebih banyak menghitung daripada terburu-buru membeli.
Investasi yang sehat bukan tentang siapa yang paling cepat masuk pasar, melainkan siapa yang memahami apa yang dibelinya dan mampu menjalankan strategi sesuai tujuan keuangannya.
Jadi, ketika harga emas kembali naik, jangan hanya bertanya “berapa harganya?” — tetapi tanyakan juga: “untuk apa saya membeli emas ini, berapa lama akan saya simpan, dan apakah dana yang digunakan memang siap untuk diinvestasikan?”
Itulah pertanyaan yang jauh lebih penting sebelum mengambil keputusan.
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #investasiemas
(Jakarta, 26 September 2026) — Langit Indonesia kembali menunjukkan wajah yang beragam. Di tengah aktivitas masyarakat pada akhir pekan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas yang berbeda-beda, mulai dari hujan ringan hingga hujan disertai petir.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa memasuki periode peralihan cuaca, masyarakat tidak cukup hanya melihat langit sebelum bepergian. Perubahan cuaca dapat berlangsung cepat, terutama ketika pertumbuhan awan hujan berkembang cukup kuat.
BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat di Pekanbaru, Riau, untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir. Peringatan cuaca juga mencakup potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Riau.
Sementara itu, sejumlah kota di Sumatera seperti Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Bengkulu, dan Bandar Lampung diprakirakan mengalami hujan ringan. Adapun Palembang dan Pangkal Pinang berpotensi mengalami kondisi udara kabur.
Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan, kondisi tersebut penting diperhatikan, terutama ketika perjalanan dilakukan menggunakan sepeda motor atau kendaraan terbuka.
Potensi cuaca signifikan juga terpantau di berbagai wilayah lainnya. Data potensi cuaca ekstrem BMKG pada 26 September menunjukkan sejumlah provinsi berada dalam kategori waspada hujan sedang hingga lebat.
Wilayah tersebut antara lain Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.
Sementara itu, Sumatera Utara berada dalam kategori siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG juga mencatat potensi angin kencang di sejumlah wilayah seperti Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan beberapa wilayah lainnya.
Cuaca buruk bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir serta kondisi gelombang yang perlu menjadi perhatian masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.
Artinya, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan kapal atau melakukan aktivitas nelayan sebaiknya tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca saat berangkat. Perubahan kondisi angin dan gelombang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan.
Hujan petir biasanya berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus, yaitu awan yang dapat berkembang secara vertikal dan menghasilkan hujan deras, kilat, serta angin kencang.
Karena itu, ketika hujan mulai deras dan terdengar petir, masyarakat sebaiknya menghindari tempat terbuka, tidak berteduh di bawah pohon tinggi, serta menjauh dari benda atau struktur yang berpotensi menjadi penghantar listrik.
Bagi pengendara, hujan deras juga dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin. Mengurangi kecepatan dan meningkatkan jarak aman dengan kendaraan di depan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Prakiraan cuaca bukan berarti hujan pasti turun di setiap wilayah yang disebutkan. Namun, informasi tersebut dapat digunakan sebagai peringatan dini agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas.
Sebelum bepergian, masyarakat dapat memeriksa informasi cuaca terbaru dari kanal resmi BMKG. Jika terdapat peringatan hujan lebat, petir, atau angin kencang, perjalanan yang tidak mendesak dapat dipertimbangkan kembali.
Pada akhirnya, membawa payung atau jas hujan memang sederhana. Tetapi memahami informasi cuaca dan mengetahui kapan harus berhenti beraktivitas di luar ruangan merupakan bagian penting dari menjaga keselamatan diri.
Jadi, sebelum keluar rumah hari ini, jangan hanya bertanya “akan hujan atau tidak?” — tetapi juga perhatikan seberapa besar potensi hujan dan risiko yang menyertainya.
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #cuaca
(Jakarta, 24 September 2026)
Dunia diving dan adventure Indonesia kembali bersiap menyambut salah satu ajang yang telah menjadi ruang pertemuan bagi industri, komunitas, brand hingga para pencinta aktivitas petualangan. Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2027 resmi diperkenalkan dengan membawa semangat baru melalui tema “Twenty Years of Deep Collaboration”.
Memasuki perjalanan dua dekade sejak pertama kali hadir pada 2007, DXI tidak hanya ingin dikenal sebagai pameran perlengkapan diving. Ajang yang diselenggarakan oleh Dyandra Event Solutions ini terus berkembang menjadi platform yang mempertemukan berbagai sektor, mulai dari diving, marine, outdoor adventure, lifestyle, pariwisata hingga komunitas dan industri pendukungnya.
DXI 2027 dijadwalkan berlangsung pada 15–18 April 2027 di Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC).
Usia 20 tahun menjadi momentum penting bagi DXI untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus membuka babak baru.
Melalui tema “Twenty Years of Deep Collaboration”, DXI 2027 ingin memperkuat hubungan antara brand, komunitas, pelaku industri, destinasi wisata, hingga generasi baru pencinta adventure.
Founder Deep and Extreme Indonesia, Dharmawan Sutanto, menyampaikan bahwa perjalanan DXI selama dua dekade tidak dapat dilepaskan dari kontribusi berbagai pihak yang ikut membangun ekosistem tersebut.
Mulai dari mitra yang telah mendukung sejak awal, komunitas yang terus menghidupkan berbagai aktivitas, pelaku industri, hingga generasi baru yang membawa ide dan perspektif berbeda.
Semangat tersebut kemudian diarahkan agar DXI 2027 menjadi ruang yang tidak hanya mempertemukan orang dan produk, tetapi juga mempertemukan ide dengan peluang serta membuka kemungkinan kolaborasi baru.
Perubahan menarik dalam DXI 2027 adalah visi untuk menjadikan ekosistem adventure tetap bergerak sepanjang tahun.
Project Manager DXI 2027, Irfant Rifani, menyebut momentum 20 tahun DXI menjadi kesempatan untuk memperdalam kolaborasi dan membangun ekosistem yang tidak berhenti ketika pameran selesai.
Karena itu, DXI diarahkan bukan sekadar menjadi event selama empat hari, tetapi berkembang menjadi sebuah ekosistem yang dapat beraktivitas selama 365 hari.
Salah satu langkah yang mulai diwujudkan adalah kehadiran DXI Adventure Hub.
Platform digital ini dirancang sebagai ruang informasi, promosi dan komunikasi bagi para stakeholder di ekosistem adventure. Berbagai aktivitas dapat terhubung melalui platform tersebut, mulai dari produk, training, edukasi hingga perjalanan wisata.
Dengan konsep tersebut, interaksi antara komunitas, industri dan pencinta adventure diharapkan tidak lagi terbatas pada saat pameran berlangsung.
Potensi Indonesia sebagai negara kepulauan juga membuat sektor diving dan marine tourism memiliki hubungan erat dengan pariwisata.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, melihat DXI sebagai ruang yang mempertemukan banyak sektor yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan pariwisata Indonesia.
Diving, freediving, marine tourism, fotografi, outdoor adventure, komunitas, brand, pemerintah hingga industri kreatif dapat bertemu dalam satu ekosistem.
Pada penyelenggaraan 2026, DXI disebut melibatkan lebih dari 50 komunitas, lebih dari 100 brand dan sekitar 20.000 pengunjung.
Potensi tersebut kemudian membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk pengembangan kompetisi dan aktivitas pariwisata seperti diving.
Bagi Indonesia, kegiatan semacam ini juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan destinasi bahari dan petualangan yang tersebar di berbagai daerah.
Perkembangan ekosistem diving juga tidak hanya terlihat dari sisi industri. Minat masyarakat untuk mengenal olahraga bawah laut tersebut turut menjadi bagian dari pertumbuhan komunitas.
Praktisi diving Kirana Larasati melihat adanya peningkatan jumlah orang yang mulai mencoba scuba diving dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi sebagian orang, pengalaman pertama menyelam bahkan dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih jauh keindahan laut Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa diving tidak hanya berkaitan dengan peralatan dan aktivitas olahraga, tetapi juga dapat berhubungan dengan wisata, edukasi, komunitas, fotografi bawah air hingga kepedulian terhadap lingkungan laut.
DXI 2027 juga menyiapkan sejumlah program yang bertujuan memperluas keterlibatan masyarakat dan komunitas.
Beberapa di antaranya adalah DXI Edu Relly, DXI Jambore Overland-Motocamp, DXI Scuba Discover, serta DXI Course Enrollment Support.
Rangkaian kegiatan tersebut membawa tema besar berupa pengalaman, edukasi, eksplorasi dan kolaborasi lintas komunitas.
Dengan begitu, masyarakat yang sebelumnya hanya mengenal DXI sebagai ajang diving dapat menemukan berbagai aktivitas adventure lainnya.
Mulai dari eksplorasi alam, perjalanan darat, aktivitas outdoor hingga pengalaman yang berkaitan dengan dunia bawah laut.
Perjalanan sejak 2007 menunjukkan bagaimana DXI berkembang mengikuti perubahan minat masyarakat dan industri adventure.
Memasuki usia 20 tahun, tantangannya bukan hanya mempertahankan eksistensi, tetapi juga menciptakan ruang baru bagi komunitas dan pelaku industri untuk terus berkembang.
Melalui konsep kolaborasi yang lebih luas, DXI 2027 ingin mempertemukan masyarakat dengan gear, destinasi, pengalaman, komunitas dan berbagai peluang baru dalam dunia adventure.
Pada akhirnya, semangat “Twenty Years of Deep Collaboration” bukan hanya tentang merayakan perjalanan dua dekade, tetapi juga bagaimana kolaborasi tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun ekosistem diving dan adventure Indonesia yang terus hidup sepanjang tahun.
Bagi masyarakat yang tertarik mengikuti perkembangan DXI 2027, informasi dapat dipantau melalui Instagram @deepandextreme untuk konten seputar industri laut dan diving serta @dxiadventure untuk informasi petualangan darat dan udara.
Informasi mengenai rangkaian kegiatan DXI juga dapat diperoleh melalui situs resmi penyelenggara.
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #DXI2027
(Surabaya, 23 September 2026)
Bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker, rumah singgah bukan hanya tempat untuk bermalam. Di sanalah mereka beristirahat setelah menjalani pengobatan, bermain bersama teman, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga. Karena itu, suasana kamar yang nyaman dan layak dapat menjadi bagian penting dalam menghadirkan semangat di tengah proses panjang pengobatan.
Semangat tersebut diwujudkan Archipelago Hotels melalui kelanjutan program Archipelago Cancer Care Initiative. Kali ini, kepedulian tersebut hadir dalam bentuk room makeover atau pembenahan dua kamar tidur di Yayasan Peduli Kanker Anak Indonesia (YPKAI) Surabaya.
Program ini merupakan hasil donasi yang dikumpulkan oleh Corporate Office Archipelago Hotels bersama jaringan hotel di Jawa Timur. Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk dana, tetapi diwujudkan menjadi perubahan nyata pada ruang yang digunakan anak-anak setiap hari.
Dua kamar di YPKAI mengalami sejumlah perubahan untuk menciptakan suasana yang lebih hangat, bersih, aman, dan nyaman bagi anak-anak serta keluarga yang tinggal di rumah singgah tersebut.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengecatan ulang, penggantian matras serta perlengkapan tidur seperti bed sheet, blanket, dan sarung bantal. Sejumlah furnitur baru, termasuk lemari, juga ditambahkan untuk membantu menciptakan ruang yang lebih tertata.
Tidak berhenti di bagian interior, tim juga melakukan pembaruan pencahayaan, pemasangan kipas dan tirai, hingga berbagai perbaikan fasilitas lainnya.
Hasilnya bukan sekadar perubahan tampilan kamar. Ruang yang sebelumnya membutuhkan pembenahan kini menjadi tempat yang lebih nyaman bagi anak-anak untuk beristirahat, bermain, dan melewati hari-hari selama menjalani pengobatan.
CEO Archipelago Hotels, John Flood, mengatakan bahwa keahlian industri perhotelan dalam menciptakan ruang yang nyaman ingin dibawa ke lingkungan yang membutuhkan perhatian lebih.
“Kami ingin membawa keahlian itu ke tempat yang benar-benar membutuhkannya.”
Menurutnya, kepedulian tidak semestinya berhenti ketika sebuah kegiatan sosial selesai. Karena itu, pembenahan kamar dipilih agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan oleh anak-anak yang tinggal di YPKAI.
Harapannya, kamar yang telah diperbarui tidak hanya memberikan kenyamanan secara fisik, tetapi juga menjadi ruang yang membantu menjaga semangat anak-anak selama menjalani proses pengobatan.
Pembenahan tersebut melibatkan 12 properti Archipelago Hotels di Jawa Timur. Masing-masing properti memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan program.
Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai tim, mulai dari Human Resources, Housekeeping, hingga Engineering. Tim Human Resources membantu mengidentifikasi dan mengoordinasikan kebutuhan program, sementara Housekeeping menyiapkan kamar dan perlengkapannya.
Di sisi lain, tim Engineering memastikan fasilitas yang digunakan berada dalam kondisi baik, aman, dan nyaman.
Dukungan juga datang dari sejumlah sponsor, yaitu iCLEAN, Aroma Delivery System, Tiga Mutiara, dan PT. Exinergy Indonesia.
Berikut 12 properti Archipelago Hotels di Jawa Timur yang terlibat dalam program tersebut:
Aston Gresik Hotel & Conference Center
Aston Inn Jemursari Surabaya
Aston Mojokerto Hotel & Conference Center
Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center
fave hotel Graha Agung Surabaya
fave hotel Mex Tunjungan Surabaya
fave hotel Rungkut Surabaya
fave hotel Sidoarjo
Hotel Neo Gubeng Surabaya
Hotel Neo+ Waru Sidoarjo
Quest Hotel Darmo - Surabaya
The Alana Surabaya
Kolaborasi lintas hotel ini menunjukkan bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kontribusi. Tidak selalu harus berupa bantuan finansial, tetapi juga dapat berupa tenaga, keahlian, perlengkapan, serta perbaikan fasilitas yang memberikan manfaat langsung.
Bagi anak-anak yang sedang menjalani perjuangan panjang melawan kanker, perubahan sebuah kamar mungkin terlihat sederhana. Namun, ruang yang lebih bersih, nyaman, terang, dan tertata dapat menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung keseharian mereka.
Melalui Archipelago Cancer Care Initiative, Archipelago Hotels berupaya menghadirkan bentuk kepedulian yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak dan keluarga di YPKAI.
Pada akhirnya, pembenahan dua kamar tersebut bukan hanya tentang mengganti matras, mengecat dinding, atau menambah furnitur. Lebih jauh, program ini menjadi upaya menghadirkan ruang untuk beristirahat, bermain, berkumpul bersama keluarga, sekaligus menjaga harapan bagi anak-anak yang sedang berjuang menuju hari-hari yang lebih baik.
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #kemanusiaan
(Tangerang, 18 September 2026) — Tanaman hias kini bukan lagi sekadar penghias sudut rumah. Di balik keindahannya, terdapat industri yang melibatkan petani, breeder, nursery, kolektor, desainer lanskap, komunitas hingga pelaku bisnis. Semangat itulah yang kembali diangkat dalam Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026 yang resmi dibuka di Hall 3A, ICE BSD City, Tangerang.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, FLOII Expo 2026 berlangsung pada 17–20 September 2026 dengan mengusung tema “United by Nature”. Tema tersebut menjadi gambaran bagaimana dunia florikultura dapat menjadi ruang pertemuan berbagai pihak sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Pameran berskala internasional ini mempertemukan pelaku industri, komunitas, kolektor, breeder, landscape designer, hingga masyarakat umum dalam satu ekosistem yang menggabungkan florikultura dengan konsep nature lifestyle.
FLOII Expo 2026 dibuka langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding. Sejumlah pejabat dan tokoh industri juga hadir dalam pembukaan, termasuk Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tommy Nugraha, Presiden Komisaris Dyandra Promosindo Ery Erlangga, Managing Director Dyandra Event Solutions Rachadian Nashidik, Presiden Direktur PT Indonesia International Expo Emmanuel Ernawan, serta perwakilan berbagai asosiasi dan komunitas florikultura.
Dalam sambutannya, Abdul Kadir Karding menilai FLOII 2026 dapat menjadi momentum untuk melihat masa depan industri florikultura Indonesia.
Menurutnya, tanaman memiliki kemampuan menyatukan berbagai mata rantai industri, mulai dari petani dan industri, breeder dengan nursery, pelaku usaha dengan konsumen, hingga komunitas dengan pemerintah.
Semangat tersebut menjadi penting karena perkembangan tanaman hias tidak hanya ditentukan oleh tren pasar, tetapi juga membutuhkan pengetahuan, profesionalisme, jaringan bisnis, regulasi, serta dukungan teknologi.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat, industri florikultura Indonesia berpeluang berkembang menjadi sektor yang memiliki nilai tambah sekaligus mampu menjangkau pasar internasional.
Steering Committee FLOII Expo 2026, Rustika Herlambang, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menghadirkan lebih dari 120 exhibitor.
Tidak hanya berasal dari Indonesia, sejumlah pelaku industri dari berbagai negara turut berpartisipasi, di antaranya Thailand, Taiwan, China, hingga Ekuador.
Kehadiran pelaku industri internasional tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung dan pelaku usaha dalam negeri untuk melihat perkembangan florikultura dari perspektif yang lebih luas.
“FLOII Expo 2026 mengajak kita melihat florikultura bukan sekadar tren atau hobi, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas, pelaku industri, dan masyarakat melalui kecintaan terhadap tanaman, alam, dan gaya hidup berbasis nature dalam satu ekosistem yang terus berkembang,” ujar Rustika.
Bagi industri lokal, pertemuan seperti ini juga dapat menjadi ruang untuk memperluas jejaring, bertukar pengetahuan, memperkenalkan produk, serta melihat peluang kerja sama dengan pelaku industri dari negara lain.
Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat beragam. Potensi tersebut menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan industri florikultura.
Ketua Umum Indonesia Aroid Society (IAS), Anjasmara Prasetya, menyebut Indonesia memiliki kekayaan hayati, breeder kreatif, kolektor, serta pengusaha tanaman hias yang memiliki daya tahan dalam menjalankan bisnis.
Namun, potensi tersebut perlu diiringi dengan jaringan yang kuat dan peningkatan profesionalisme agar industri tanaman hias dapat berkembang secara berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia (PFI), Friesia Sutjiati Widjaja, yang mengapresiasi peran Badan Karantina Indonesia dalam mendukung perkembangan bisnis tanaman hias di Indonesia.
Menariknya, FLOII Expo 2026 tidak hanya menawarkan aktivitas melihat dan membeli tanaman. Pengunjung juga dapat memperoleh pengetahuan melalui berbagai program edukasi.
Selama empat hari penyelenggaraan, tersedia sejumlah kegiatan seperti Plant Exhibition, Landscape Showcase, Botanical Art Competition, Plant Contest, Plant Auction, Talkshow, Workshop, hingga Aquascape & Terrarium Competition.
Pada hari pertama, misalnya, pengunjung dapat menikmati Art Plant Music by Onion Jams, sebuah pengalaman yang memadukan unsur tanaman dan musik.
Konsep tersebut memperlihatkan bahwa tanaman dapat hadir lebih jauh sebagai bagian dari seni, kreativitas, dan gaya hidup sehari-hari.
Aspek edukasi juga mendapat porsi penting. Sejumlah talk show membahas regulasi dan perdagangan tanaman internasional, termasuk proses impor tanaman serta ketentuan karantina yang perlu dipahami pelaku usaha maupun masyarakat.
Pemahaman mengenai karantina menjadi penting karena perpindahan tanaman antardaerah maupun antarnegara perlu mengikuti ketentuan yang berlaku untuk membantu menjaga kesehatan tanaman dan mencegah masuknya organisme pengganggu tumbuhan.
Bagi masyarakat yang ingin belajar secara langsung, FLOII Expo 2026 juga menghadirkan berbagai workshop.
Salah satunya adalah Workshop Vaskuarium Hidrogel bersama Rudi, edukator Kebun Raya MNR, serta Workshop Melukis Pot bersama Kinan & Ummi Karplanter.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung karena dunia tanaman dapat dipelajari bukan hanya dari sisi budidaya, tetapi juga melalui kreativitas dan keterampilan.
Dengan konsep seperti ini, FLOII Expo 2026 menjadi ruang yang mempertemukan hobi, edukasi, seni, komunitas, dan peluang bisnis dalam satu acara.
FLOII Expo 2026 turut didukung oleh Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dukungan juga datang dari sejumlah mitra, di antaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai Official Bank Partner, Pupuk Indonesia, PT PLN (Persero), Pertamina International EP, serta Kebun Raya.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan industri tanaman hias membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Sebab, merawat industri florikultura bukan hanya berbicara tentang menjual tanaman. Di dalamnya terdapat pengetahuan, inovasi, kreativitas, perdagangan, lapangan usaha, komunitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui semangat “United by Nature”, FLOII Expo 2026 membawa pesan bahwa masa depan industri florikultura dapat tumbuh ketika berbagai pihak bergerak bersama.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, FLOII Expo 2026 masih berlangsung hingga 20 September 2026 di Hall 3A, ICE BSD City, Tangerang.
Tiket tersedia mulai dari Rp35.000 untuk daily pass weekday, Rp50.000 untuk daily pass weekend, serta Rp100.000 untuk tiket terusan selama empat hari.
Informasi dan pembelian tiket dapat dilakukan melalui kanal resmi FLOII Expo.
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #florikultura
Jakarta (4 September 2026) — Dunia media bergerak semakin cepat. Informasi yang dahulu banyak disajikan melalui teks dan foto kini berkembang menjadi video pendek yang dapat menjangkau audiens dalam hitungan detik. Di tengah perubahan tersebut, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu bekal penting bagi insan media.
Melihat perkembangan itu, Sindikasi Media Network (SMN) menggelar Pelatihan Pembuatan Video Pendek Berbasis Artificial Intelligence (AI) di Menara Peninsula, Jakarta Barat.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya SMN meningkatkan kemampuan digital para peserta, khususnya dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu untuk menghasilkan konten video yang kreatif, informatif, dan relevan dengan karakter media digital saat ini.
Pelatihan menghadirkan Burhan Abe sebagai pemateri. Para peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi AI dalam proses produksi video pendek, mulai dari pengembangan ide hingga bagaimana menghasilkan materi visual yang lebih menarik.
Kehadiran AI membuka peluang baru dalam produksi konten. Teknologi ini dapat membantu mempercepat sejumlah proses kreatif, tetapi bukan berarti menggantikan peran manusia sepenuhnya.
Justru, kemampuan menentukan ide, memahami kebutuhan audiens, melakukan verifikasi informasi, serta menjaga kualitas dan etika konten tetap menjadi bagian penting yang tidak dapat diabaikan.
Ketua Umum SMN Arief Suharto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah organisasi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang media dan digital.
Menurutnya, perkembangan AI menghadirkan peluang yang cukup besar bagi media, pelaku UMKM, komunitas, hingga individu untuk menghasilkan konten secara lebih kreatif dan efisien.
Perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi membuat media harus terus beradaptasi.
Jika dahulu pembaca harus meluangkan waktu untuk membaca artikel panjang, kini informasi dapat dikonsumsi melalui video berdurasi singkat di berbagai platform digital.
Kondisi tersebut membuat kemampuan memproduksi video pendek yang padat, menarik, dan tetap memiliki nilai informasi semakin penting.
Namun, kecepatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah konten.
Konten yang menarik tetap harus dibangun berdasarkan informasi yang benar, memiliki konteks yang jelas, serta tidak mengorbankan prinsip tanggung jawab dalam penyampaian informasi.
Karena itu, pemanfaatan AI idealnya ditempatkan sebagai alat pendukung kreativitas, bukan sebagai pengganti proses berpikir dan tanggung jawab pembuat konten.
Burhan Abe sendiri dikenal memiliki pengalaman dalam mengikuti perjalanan transformasi media, termasuk perubahan dari media cetak menuju platform digital.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu materi penting yang dibagikan kepada peserta.
Perubahan teknologi yang terjadi dalam dunia media menunjukkan bahwa kemampuan untuk belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting. Teknologi baru akan terus bermunculan, sementara pola konsumsi informasi masyarakat juga akan terus berubah.
Bagi insan media, kondisi tersebut menuntut kemauan untuk terus memperbarui keterampilan tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
Pelatihan video pendek berbasis AI juga menjadi bagian dari semangat SMN membangun ekosistem media yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selain meningkatkan keterampilan digital, kegiatan tersebut membuka ruang untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antara insan media dengan berbagai pihak.
SMN sebelumnya juga telah menjalankan kegiatan jurnalistik bersama mitra serta membuka peluang kerja sama dengan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan organisasi lainnya.
Kolaborasi semacam ini dinilai penting karena perkembangan media digital tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga jaringan, kreativitas, dan pertukaran pengetahuan.
Kegiatan pelatihan turut mendapat dukungan dari Indograno Coffee sebagai salah satu sponsor.
Dukungan tersebut memperlihatkan adanya ruang kolaborasi antara sektor media dan dunia usaha, terutama dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di bidang digital dan kreatif.
Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari teknologi sekaligus mengembangkan potensi kreatif yang dapat dimanfaatkan dalam dunia kerja maupun bisnis.
Pelatihan yang digelar SMN memberikan satu gambaran penting: perkembangan AI tidak seharusnya hanya dilihat sebagai ancaman terhadap pekerjaan di bidang kreatif.
Jika digunakan secara tepat, AI justru dapat menjadi perangkat yang membantu manusia bekerja lebih cepat dan mengeksplorasi lebih banyak ide.
Tantangannya adalah bagaimana memastikan teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab, kreatif, dan tetap berpihak pada kualitas informasi.
Bagi media, kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk tetap relevan. Sementara bagi masyarakat, penguasaan keterampilan digital dapat menjadi modal penting menghadapi dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi.
Ke depan, SMN berkomitmen melanjutkan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas melalui pelatihan, kegiatan jurnalistik, produksi konten, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Pelatihan pembuatan video pendek berbasis AI pun diharapkan menjadi salah satu langkah untuk melahirkan ekosistem media yang lebih modern, kreatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Sebab di era digital, bukan hanya mereka yang paling cepat yang mampu bertahan, tetapi juga mereka yang paling siap belajar dan beradaptasi dengan perubahan.
Oleh : MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com dari berbagai sumber
#nusantaravibes #berita #beritaterkini #portal #teknologiAI
SERPONG, 20 April 2026 — Inovasi baru dalam dunia retail dan lifestyle hadir melalui Vivo Premium Outlet & Café BMI. Berlokasi di Paramount Times Square, outlet ini menjadi satu-satunya Vivo premium outlet di wilayah Banten yang mengusung konsep unik dengan menggabungkan penjualan gadget dan café dalam satu ruang.
BMI atau Benteng Mikro Indonesia merupakan koperasi rujukan nasional yang saat ini menjadi mitra strategis Vivo. Dengan capaian penjualan mencapai sekitar 35 ribu unit, di mana 25 ribu di antaranya merupakan gadget Vivo, BMI menunjukkan performa yang sangat kuat di sektor distribusi.
Tidak hanya itu, BMI juga terus berkembang dengan merambah ke berbagai bidang jasa dan kini memiliki sekitar 250 ribu anggota, menjadikannya salah satu koperasi dengan pertumbuhan signifikan di Indonesia.
Konsep Pertama: Outlet Gadget Berpadu dengan Café
Kehadiran Vivo Premium Outlet & Café BMI membawa konsep baru yang menjadi percontohan, yaitu menggabungkan outlet gadget dengan café. Inovasi ini diharapkan mampu membangun kedekatan, kenyamanan, serta memberikan nilai tambah dalam pelayanan kepada konsumen dan anggota.
Di tempat ini, pelanggan tidak hanya berbelanja gadget, tetapi juga dapat menikmati suasana santai di Café BMI. Menariknya, setiap pembelian gadget akan mendapatkan cashback yang bisa digunakan langsung di outlet maupun café.
Pilihan yang tersedia pun beragam, mulai dari coffee, soft drink, snack, hingga berbagai produk lifestyle seperti tas, parfum, dan barang menarik lainnya.
Kesempatan Menjadi Anggota dengan Beragam Benefit
Selain itu, pengunjung juga mendapatkan penawaran menarik untuk bergabung sebagai anggota BMI. Dengan menjadi member, pelanggan dapat menikmati berbagai keuntungan dan program eksklusif yang telah disiapkan.
Presiden Direktur BMI, Kamaruddin Batubara, menyampaikan harapannya agar perkembangan pesat BMI sebagai mitra strategis Vivo dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berharap dengan pertumbuhan BMI yang semakin pesat, kami dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Pengalaman Baru untuk Semua Kalangan
Konsep ini dirancang untuk semua kalangan, baik pembeli gadget, anggota koperasi, maupun masyarakat umum. Kehadiran café menjadi elemen penting dalam menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan dan berbeda.
Dengan suasana yang nyaman serta berbagai penawaran menarik, Vivo Premium Outlet & Café BMI tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang interaksi yang menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati layanan dan produk Vivo.
Melalui konsep inovatif ini, Vivo Premium Outlet & Café BMI di Gading Serpong diharapkan menjadi standar baru dalam industri retail modern—menggabungkan teknologi, komunitas, dan gaya hidup dalam satu tempat.
Oleh : MHS
#Vivo #vivopremium #serpong #tangerang #banten #paramount #paramountland #gadingserpong #Paramounttimessquare #timessquare #www.nusantara-vibes.com #nusantaravibes #vibes #nusantara
Jakarta, 21 Mei 2026 — Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Republik Indonesia kembali menjadi sorotan publik setelah melakukan pemusnahan 14 jam tangan mewah hasil sita eksekusi dari terpidana kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), Jimmy Sutopo.
Pemusnahan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian hari ketiga penyelenggaraan BPA Fair 2026 yang berlangsung di Kantor BPA Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026. Langkah ini dilakukan setelah seluruh jam tangan dinyatakan palsu atau tidak identik berdasarkan hasil verifikasi dan penelitian para ahli.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa keputusan pemusnahan dilakukan demi melindungi hak kekayaan intelektual (HAKI) serta memastikan barang-barang tersebut tidak lagi memiliki nilai manfaat bagi negara.
“Karena ini menyangkut barang palsu, ada hak HAKI yang harus kita lindungi dan juga tidak memberi manfaat kepada negara, maka barang ini kita musnahkan,” ujar Anang kepada awak media di Jakarta.
Deretan jam tangan yang dimusnahkan berasal dari berbagai merek mewah dunia seperti Cartier, Audemars Piguet, Patek Philippe, Hublot, hingga Vacheron. Meski dinyatakan palsu, nilai barang-barang tersebut disebut tetap cukup tinggi.
Menurut Anang, harga tiap jam tangan palsu tersebut rata-rata masih berada di kisaran Rp15 juta, jauh di bawah nilai produk aslinya yang bisa mencapai miliaran rupiah per unit.
Tak hanya menjadi bagian dari proses hukum, pemusnahan ini juga disebut sebagai jawaban atas berbagai isu yang beredar di media sosial terkait dugaan penggelapan barang sitaan.
“Semua proses sejak awal penyitaan dititipkan di Pegadaian, lalu diverifikasi oleh tenaga ahli yang kompeten. Jadi narasi yang menyebut barang-barang ini hilang atau digelapkan telah terjawab secara terbuka,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat Kejaksaan RI, mulai dari Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, Kepala Pusat Penyelesaian Aset, Kepala Pusat Penerangan Hukum, hingga Kepala Pusat Manajemen, Penelusuran dan Perampasan Aset. Proses verifikasi juga melibatkan Pegadaian Cabang Kebayoran Baru bersama Flekto (PT Waktu Cerita Makna) sebagai tenaga ahli di bidang jam tangan.
Pemusnahan dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), serta diperkuat dengan Surat Keputusan Jaksa Agung terkait izin pemusnahan barang sita eksekusi atas nama terpidana Jimmy Sutopo.
Setelah proses pemusnahan selesai, seluruh barang rampasan negara tersebut resmi dihapus dari daftar Barang Rampasan Negara pada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.
Sebagai informasi, BPA Fair 2026 yang berlangsung sejak 18 Mei hingga 21 Mei 2026 menampilkan berbagai agenda lelang aset negara, mulai dari mobil mewah, sepeda motor premium, perhiasan, tas branded, hingga lukisan emas hasil rampasan perkara korupsi.
Penulis Asli: MHS
Artikel ini diolah kembali oleh Nusantara-Vibes.com .
#nusantaravibes #BPAFair2026 #KejaksaanRI #KorupsiAsabri #BeritaIndonesia
<a href="https://nusantara-vibes.com">
#nusantara-vibes #nusantara-vibes.com #nusantaravibes #nusantara #vibes #berita #beritanasional #beritanusantara #kompas #detik #mediaindonesia #metrotv #suarapembaharuan #portalberita #kabar #trending #trend #viral #post #kanal #antara #news #harian #suratkabar #koran #media #mediadigital #indonesia #jakarta #presiden #ekonomi #perang #digital